Address : Jl. Samanhudi No. 20 Medan

Call Us Today : (061) 4158383

  • Call Us Today! (061) 4158383
  • Alamat: Jl. Samanhudi No. 20 Medan, Sumatera Utara - Indonesia
  • Email: customer_assistance@stellamarishospital.com
blog

Faktor yang Mempengaruhi Jenis Kelamin Anak

Meski memiliki anak merupakan anugerah terindah dalam kehidupan, namun hingga kini masih saja ada orang tua yang menginginkan dan memilih jenis kelamin anak laki-laki atau perempuan. Maka metode membuat anak laki-laki atau perempuan baik secara medis atau tradisional masih banyak dicari dan dilakukan.

Pada setiap negara ada beragam mitos atau kepercayaan yang diyakini dapat mendukung kehamilan dengan jenis kelamin yang diinginkan. Mulai dari posisi berhubungan intim atau jenis makanan tertentu. Namun tetap disarankan untuk selalu berhati-hati sebab tidak semua cara memilih jenis kelamin bayi tersebut dapat dibuktikan kebenarannya.


Faktor yang Dapat Mempengaruhi Jenis Kelamin Calon Janin

Berikut beberapa hal yang diketahui dapat ikut mempengaruhi cara membuat anak laki-laki atau perempuan:

1. Usia suami dan istri

Semakin tua usia Moms and Dads, maka kemungkinan untuk memiliki anak perempuan lebih tinggi. Hal ini antara lain disebabkan pengaruh hormon pada Moms di atas usia 35 tahun. Selain itu, pada usia Dads di atas 40 tahun dipengaruhi oleh kualitas dan jumlah produksi spermanya.

2. Asupan nutrisi

Pada sebuah studi diketahui wanita yang mengonsumsi makanan kaya kandungan kalium dan berkalori tinggi diduga memiliki peluang lebih besar untuk mengandung bayi laki-laki. Meski demikian, para ahli belum bisa memastikan apakah asupan kalori atau kalium turut mempengaruhi jenis kelamin anak yang dilahirkan.

Teori lain terkait pengaruh tingkat asam basa (pH) makanan yang dikonsumsi dengan jenis kelamin bayi. Teori ini menyebutkan sering mengonsumsi makanan yang asam akan membuat peluang melahirkan bayi perempuan lebih tinggi, sedangkan makanan bersifat basa (pH tinggi) akan membuat peluang melahirkan bayi laki-laki lebih tinggi. Tetapi kembali lagi teori ini belum dapat dipastikan melalui fakta ilmiah yang lebih akurat.

3. Stres dan beban kerja

Saat calon Ibu dalam kondisi stres tinggi, maka tubuh akan mengalami peningkatan hormon kortisol dan testosteron. Hal ini kemungkinan akan mempengaruhi sel telur yang lebih mudah menerima sperma pembawa anak laki-laki.

Selain itu ada pula penelitian mengenai beban kerja dan polusi dari calon ayah yang dapat mempengaruhi jenis kelamin anaknya kelak. Semakin tinggi stres kerja atau polusi, maka akan lebih tinggi kemungkinan memiliki anak perempuan. Studi ini dilakukan terhadap beberapa jenis pekerjaan tertentu dalam skala kecil termasuk pilot, pengemudi, penyelam, teknisi kapal selam dan pekerja pabrik tepung.

4. Frekuensi hubungan seks

Salah satu faktor yang menentukan dalam cara membuat anak laki-laki ataupun perempuan adalah intensitas hubungan seksual. Semakin sering suami-istri melakukan hubungan seks, maka kemungkinan memiliki anak laki-laki semakin tinggi. Sebab sperma untuk anak laki-laki lebih ringan dengan kepala lebih kecil dan buntut lebih pendek akan lebih mudah berenang menuju sel telur.

5. Waktu pembuahan

Hubungan seksual yang dilakukan saat mendekati masa subur memiliki kemungkinan menghasilkan anak laki-laki lebih besar dan diperkuat oleh penelitian menggunakan metode Shettles. Metode Shettles memberikan saran hubungan seksual dilakukan tepat pada masa subur jika ingin anak laki-laki.

Sementara itu, agar hamil anak perempuan, maka dianjurkan melakukan hubungan intim sekitar dua atau empat hari sebelum ovulasi. Meski demikian, metode ini tidak berhasil 100% akan tetapi ada kemungkinan 50:50 untuk menentukan jenis kelamin janin.

Nah meski beberapa cara di atas diketahui berhubungan dengan penentuan jenis kelamin anak laki-laki atau perempuan, namun fakta ilmiah mengenai kaitan pasti antara faktor-faktor tersebut dengan pembentukan jenis kelamin janin yang masih belum jelas.

Sejauh ini, cara yang sudah terbukti memiliki tingkat keberhasilan yang cukup baik dalam menentukan anak laki-laki atau perempuan adalah dengan metode bayi tabung. Namun metode ini membutuhkan persiapan khusus dan biaya yang juga nggak sedikit.

Konsultasikanlah ke Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan RSIA Stella Maris demi mendapatkan informasi lebih lanjut yang personal mengenai penentuan jenis kelamin bayi atau bila Moms ingin melakukan program hamil demi kesuksesan kehamilan. Sementara info lebih lanjut mengenai metode bayi tabung bisa diperoleh melalui Halim Fertility Center Lt. 5 RSIA Stella Maris.

Tags

RSIA Stella Maris newly married just married couple boy or girl jenis kelamin jenis kelamin janin fertility