Address : Jl. Samanhudi No. 20 Medan

Call Us Today : (061) 4158383

  • Call Us Today! (061) 4158383
  • Alamat: Jl. Samanhudi No. 20 Medan, Sumatera Utara - Indonesia
  • Email: customer_assistance@stellamarishospital.com
blog

Skoliosis pada Anak

Skoliosis adalah kondisi saat lengkungan tulang belakang justru menyamping dan menyerupai huruf S atau C, sehingga bahu atau pinggulnya tidak rata. Seseorang dikatakan mengidap skoliosis ketika sudut lengkungan mencapai lebih dari 10 derajat yang diukur dengan sinar-X. Skoliosis merupakan kelainan tulang yang umumnya dialami anak-anak sebelum masa pubertas.  Anak-anak dengan skoliosis perlu mendapatkan perhatian ekstra agar kondisi tidak semakin memburuk. Yuk, simak penjelasan berikut!


Gejala Skoliosis

Ada beberapa penyakit tulang lainnya yang perlu diwaspadai, salah satunya skoliosis. Penyakit ini tidak memiliki gejala khusus, namun sering muncul saat anak menginjak masa pubertas yakni 10-15 tahun dan mulai mandiri dalam beraktivitas sehari-hari. Hal ini seringkali berakibat pada luputnya perhatian orang tua terhadap bengkoknya punggung anak. Secara umum, skoliosis memiliki sejumlah gejala, antara lain:

- Tubuh penderita cenderung condong ke satu sisi.
- Salah satu tulang belikat tampak lebih menonjol.
- Salah satu bahu lebih tinggi.
- Tinggi pinggang tidak rata.
- Jalan tidak stabil

- Dada menonjol sebelah (tidak simetris)
- Kaki panjang sebelah

Dalam banyak kasus, skoliosis seringkali tidak dapat ditemukan penyebabnya. Kondisi ini disebut skoliosis idiopatik dan rentan menyerang anak dengan jenis kelamin perempuan berkisar usia 9 tahun. Sementara skoliosis yang terjadi di usia lebih muda seperti bayi dan balita, biasanya diakibatkan oleh genetik maupun gangguan saraf atau otot. Maka itu, penting untuk terus memantau kesehatan tulang dan perkembangannya sedari diri.


Hal yang perlu Moms and Dads Ketahui

Mendampingi anak yang mengalami skoliosis memang tidak mudah. Moms and Dads bisa memahami beberapa hal berikut ini, yaitu:

1. Rutin Memeriksakan Anak

Umumnya, penyakit skoliosis ditemukan pada anak-anak 10-15 tahun atau sebelum masa pubertas. Kabar baiknya, sebagian besar kasus skoliosis pada anak-anak bersifat ringan.

Meski begitu kamu sebagai Moms and Dads harus tetap mengawasi kondisi tersebut secara saksama. Oleh sebab itu, cobalah memeriksakan dirinya ke Dokter untuk menjalani X-ray secara rutin untuk mengetahui perkembangannya.

2. Ketahui Aktivitas yang Perlu Dihindari

Terdapat beberapa aktivitas yang perlu dihindari anak saat ia mengidap skoliosis, salah satunya bermain gadget terlalu lama. Di kondisi ini, umumnya anak-anak akan bermain dengan posisi yang keliru. Contohnya, badan condong ke depan dan kepala tertetuk.

Padahal, postur tubuh seperti ini bisa berakibat buruk bagi pengidap skoliosis. Kondisi ini memberikan tekanan pada sumsum tulang belakang, dan menekan pembuluh darah ke sumsum tulang belakang.

Anak juga tidak dianjurkan untuk berenang secara kompetitif. Berenang selama berjam-jam setiap hari menyebabkan tulang belakang dada (tulang belakang dari pangkal leher ke bagian bawah tulang rusuk) menjadi rata, yang mendorong perkembangan kurva kelengkungan.

Ada pula aktivitas lainnya yang perlu dihindari. Contohnya, hindari olahraga bermain sepak bola, tidur dengan posisi tengkurap, berlari jarak jauh di permukaan yang keras, hindari bermain trampolin, dan membawa barang-barang yang berat.

3. Ketahui Metode Pengobatan

Hal yang perlu orangtua pahami skoliosis adalah kondisi yang mudah ditangani jika didiagnosis sejak dini. Bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan, penyangga tubuh bagian luar bisa digunakan untuk mencegah memburuknya skoliosis lebih lanjut saat anak tumbuh besar.

Bila si kecil menunjukkan gejala scoliosis, segera bawa si kecil untuk berobat ke Dokter. RSIA Stella Maris juga memiliki Dokter Spesialis Orthopedi Anak yang dapat mengatasi masalah tulang pada anak. Untuk appointmentnya, Stella Family dapat kirim pesan WhatsApp ke nomor 
0811-6252-468 atau appointment melalui aplikasi kami di bit.ly/stellaapps .

 

Di review oleh
dr.Sudirman Parningotan Sinaga,Sp.K.F.R, M.K.M

Tags

RSIA Stella Maris skoliosis anak tulang gejala