Address : Jl. Samanhudi No. 20 Medan

Call Us Today : (061) 4158383

  • Call Us Today! (061) 4158383
  • Alamat: Jl. Samanhudi No. 20 Medan, Sumatera Utara - Indonesia
  • Email: customer_assistance@stellamarishospital.com
blog

Dampak Mengerikan Narkoba bagi Janin

Efek narkoba pada janin dalam kandungan sangat tidak bisa disepelekan. Penggunaan narkoba oleh Ibu hamil berpotensi besar menimbulkan pelbagai dampak buruk bagi janin mulai dari berat badan bayi yang rendah, gangguan perkembangan bayi bahkan hingga menyebabkan kematian pada Ibu dan janin.

Ketika mengandung, setiap zat yang masuk ke dalam tubuh Ibu hamil akan mengalir melalui plasenta dan tali pusat menuju ke bayi. Bila Moms mengonsumsi makanan yang sehat, bayi akan merasakan manfaat nutrisi dari makanan. Namun ini berarti sang janin juga bisa menjadi 'pengguna narkoba' bila si Ibu menggunakan narkoba.


Efek Mengerikan Narkoba pada Janin yang Dikandung

Meskipun kadarnya sedikit, janin tetap bisa merasakan efek negatif narkoba bila Ibu mengonsumsi narkotika dan obat-obatan terlarang. Efek ini bahkan bisa menyakiti janin sejak ia masih di dalam kandungan hingga lahir. Berikut merupakan jenis narkoba dan efeknya terhadap janin dan bayi:

1. Heroin

Termasuk ke dalam salah satu obat terlarang yang bisa ikut dikonsumsi janin melalui plasenta sebab sifatnya adiktif sehingga bayi dalam kandungan juga bisa menjadi ketergantungan terhadap obat ini dan mengalami gejala putus obat. Kondisi ini dikenal dengan neonatal abstinence syndrome (NAS).

Gejala NAS pada bayi yang baru lahir antara lain tangisan berlebihan, demam, kejang, pertambahan berat badan yang lambat, diare dan muntah. Kondisi ini pula dapat menyebabkan kematian pada bayi.

2. Kokain

Bayi dari Ibu yang menggunakan kokain selama hamil berisiko tinggi lahir secara prematur dan memiliki berat badan lahir, lingkar kepala dan panjang badan yang lebih rendah. Selain itu, penggunaan kokain selama hamil juga bisa meningkatkan risiko keguguran yang terjadi secara mendadak.


3. Mariyuana

Mariyuana atau ganja merupakan salah satu obat terlarang yang paling umum. Meski banyak orang yang mengira ganja aman untuk digunakan, ada banyak penelitian yang mendukung bahwa penggunaan obat ini saat hamil menyebabkan berat badan bayi lahir rendah dan kelahiran prematur.

Selain itu, sebuah penelitian lain juga melaporkan bahwa beberapa bayi yang lahir dari Ibu hamil pengguna ganja memiliki gangguan perkembangan sistem syaraf yang ditandai dengan gangguan penglihatan, tangisan yang bernada tinggi, serta tubuh gemetar.

4. Metadon

Metadon sebenarnya merupakan pereda nyeri golongan opioid namun tetap bisa menyebabkan ketergantungan. Meski efeknya tak sebesar opioid seperti heroin, obat ini juga dapat menyebabkan bayi yang baru lahir mengalami gejala putus obat seperti diare, kram perut, luka-luka pada kulit dan menangis tanpa henti.

5. Metamfetamin

Penggunaan metamfetamin atau sabu-sabu selama kehamilan juga banyak menyebabkan dampak buruk terhadap janin, diantaranya meningkatkan risiko terjadinya kelahiran prematur, solusio plasenta, keguguran, berat badan bayi lahir rendah, serta kelainan jantung dan otak bayi.

6. PCP & LSD

Menggunakan narkoba jenis halusinogen seperti PCP & LSD saat hamil juga bisa meningkatkan risiko Ibu hamil menyakiti dirinya sendiri sehingga ikut menyakiti janin yang tengah dikandungnya. Selain itu halusinogen juga bisa membuat bayi lahir dengan berat badan rendah, kelainan kongenital dan kerusakan otak.


Menangani Ibu Hamil Pengguna Narkoba

Jika Ibu hamil menggunakan narkoba, segera berkonsultasilah dengan Dokter Spesialis Kandungan & Kebidanan RSIA Stella Maris dan tanyakan cara untuk berhenti menggunakan narkoba dengan aman tanpa menimbulkan gejala putus obat yang berbahaya.

Berterus teranglah kepada #DokterStella bahwa kamu adalah seorang pemakai narkoba agar dapat diberikan perawatan dan perhatian sesuai dengan kebutuhan Ibu hamil dan janin.

Sedangkan bagi wanita yang menggunakan narkoba tapi sedang merencanakan kehamilan, sangat dianjurkan untuk mendapatkan bantuan medis dan konseling dulu sebelum hamil. Hal ini penting untuk mencegah gangguan serius selama hamil, saat bersalin, maupun setelah melahirkan serta mencegah kelainan pada janin.

Kehamilan adalah anugerah yang perlu dijaga sebaik-baiknya. Jadi sebisa mungkin pastikan tubuh dalam keadaan sehat dan terhindar dari zat-zat berbahaya saat hamil. Oleh karena itu, tanamkan pula selalu pola hidup sehat dengan menghindari penyalahgunaan narkoba.

Bila masih memiliki pertanyaan seputar efek narkoba pada janin dalam kandungan, jangan pernah ragu untuk berkonsultasi ke Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan RSIA Stella Maris agar Moms bisa menjauh dari hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan janin.

Tags

RSIA Stella Maris obgyn hamil narkoba bahaya risiko janin hamil narkoba