Address : Jl. Samanhudi No. 20 Medan

Call Us Today : (061) 4158383

  • Call Us Today! (061) 4158383
  • Alamat: Jl. Samanhudi No. 20 Medan, Sumatera Utara - Indonesia
  • Email: customer_assistance@stellamarishospital.com
blog

Dampak Diabetes Gestasional bagi Ibu Hamil dan Janin

Semua Ibu hamil yang gemar mengonsumsi makanan dan minuman manis tentu harus waspada dengan penyakit diabetes gestasional sebab penyakit ini tak hanya membahayakan kesehatan Ibu hamil saja, melainkan juga kesehatan janin selama dalam kandungan dan setelah lahir di kemudian hari.

Diabetes gestasional merupakan jenis penyakit diabetes pada Ibu hamil yang umumnya terjadi pada trimester kedua atau ketiga kehamilan. Meski biasanya akan menghilang setelah melahirkan, Ibu hamil yang menderita penyakit ini berisiko lebih tinggi untuk terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari.


Penyebab Diabetes Gestasional

Terjadinya diabetes gestasional diduga berkaitan dengan perubahan hormon yang terjadi selama masa kehamilan. Pasalnya, perubahan hormon ini bisa membuat kinerja tubuh dalam mengelola insulin berubah sehingga memicu terjadinya resistensi insulin. Hal ini pulalah yang menyebabkan gula darah dalam tubuh akan meningkat dan menyebabkan diabetes gestasional.

Nah selain dipicu oleh perubahan hormon kehamilan, Ibu hamil yang memiliki riwayat obesitas atau berat badan berlebih, kurang beraktivitas fisik, menderita PCOS, pernah melahirkan bayi besar atau memiliki riwayat diabetes dalam keluarga juga berisiko lebih tinggi untuk terkena diabetes gestasional. Risiko ini bahkan juga akan semakin meningkat bila Ibu hamil suka mengonsumsi makanan atau minuman manis secara berlebihan.


Bahaya Diabetes Gestasional bagi Ibu Hamil

Diabetes gestasional memang kerap tidak menimbulkan gejala. Meski demikian, bila Moms merasa sering harus dan lebih sering buang air kecil, ada baiknya segera membicarakan keluhan ini kepada Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan RSIA Stella Maris ketika melakukan pemeriksaan kehamilan guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Diabetes gestasional tidak boleh disepelekan sebab kondisi ini bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan pre-eklampsia. Bahkan risiko untuk melahirkan secara caesar juga cenderung menjadi lebih besar sekaligus berisiko tinggi untuk menderita diabetes tipe 2 segera setelah melahirkan.

Bahaya diabetes gestasional ini tak hanya mengintai Ibu hamil, sang janin juga berisiko mengalami kondisi-kondisi di bawah ini:

1. Lahir Besar

Pada Ibu dengan diabetes gestasional, janin dalam kandungan bisa tumbuh menjadi terlalu besar akibat kelebihan glukosa dalam pembuluh darah yang masuk melalui plasenta.

Ukuran bayi yang terlalu besar dapat mempersulit proses persalinan, meningkatkan risiko komplikasi persalinan, serta meningkatkan risiko melahirkan secara caesar.

2. Lahir Prematur

Tingginya kadar gula darah bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur. Persalinan sebelum hari perkiraan lahir (HPL) ini juga mungkin akan disarankan bila Moms mengandung janin besar. Padahal, bayi prematur berisiko mengalami sindrom gangguan pernapasan sebab paru-parunya yang belum matang.

3. Mengalami Hipoglikemia

Bayi yang terlahir dari Ibu dengan diabetes gestasional berisiko mengalami hipoglikemia alias kadar gula darah yang terlalu rendah setelah lahir. Hipoglikemia yang parah dapat memicu kejang pada bayi.

4. Menderita Diabetes Tipe 2 di Kemudian Hari

Setelah lahir, bayi juga lebih berisiko mengalami obesitas dan diabetes tipe 2 di kemudian hari. Kondisi akan meningkatkan risiko anak terhadap berbagai macam penyakit kronis lainnya, seperti penyakit jantung dan stroke yang dapat menurunkan kualitas hidupnya.

5. Lahir Mati atau Meninggal

Akibat paling parah bila diabetes gestasional tidak ditangani dengan tepat adalah bayi dapat meninggal sebelum atau sesaat setelah dilahirkan. Hal ini bisa terjadi akibat kegagalan pertumbuhan selama di dalam kandungan.


Mencegah Diabetes Gestasional

1. Mengontrol Berat Badan

Mengontrol berat badan sebenarnya lebih baik dilakukan sejak sebelum hamil, namun bila kelebihan berat badan terjadi saat hamil, Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan RSIA Stella Maris akan menyarankan Moms untuk menjalani diet sehat guna menurunkan berat badan.

2. Mengonsumsi Makanan Sehat

#DokterStella biasanya akan menyarankan Moms untuk mengonsumsi makanan sehat termasuk porsi dan waktu makan yang ideal.

Moms juga disarankan untuk membatasi konsumsi makanan atau minuman manis, termasuk makanan tinggi karbohidrat. Sebaliknya, konsumsi makanan berserat seperti sayur dan buah perlu ditingkatkan karena dapat membantu mengontrol kadar gula darah.

3. Berolahraga Secara Rutin

Olahraga rutin juga dapat membantu menurunkan risiko terkena diabetes gestasional. Sebuah penelitian bahkan menunjukkan bahwa aktif secara fisik atau berolahraga dengan durasi kira-kira 30 - 45 menit setiap harinya dapat menurunkan risiko diabetes gestasional hingga 70%.

Meski diabetes gestasional umumnya akan hilang setelah melahirkan, namun Moms jangan pernah menyepelekan dampaknya terhadap kesehatan Ibu dan janin di kemudian hari yah! Tetap terapkan pola hidup sehat selama kehamilan sebab tak hanya menurunkan risiko terkena diabetes gestasional, pola hidup sehat juga akan membantu menjaga kesehatan Moms secara menyeluruh.
 

Tags

RSIA Stella Maris obgyn hamil diabetes diabetes gestasional pre-eklampsia risiko