Address : Jl. Samanhudi No. 20 Medan

Call Us Today : (061) 4158383

  • Call Us Today! (061) 4158383
  • Alamat: Jl. Samanhudi No. 20 Medan, Sumatera Utara - Indonesia
  • Email: customer_assistance@stellamarishospital.com
blog

7 Efek Positif Video Game untuk Anak

Sebagian dari Stella Family mungkin menganggap bahwa bermain video game hanya akan menghabiskan waktu dan membuat anak lalai dengan tugas sekolahnya. Namun anggapan tersebut tak sepenuhnya benar lho, sebab ternyata banyak dampak positif saat si kecil bermain video game.

Kekhawatiran Moms and Dads akan dampak video game untuk anak sangatlah wajar mengingat video game memang dapat menimbulkan efek negatif seperti gangguan tidur, kecanduan dan memicu perilaku kekerasan. Meski demikian bila dilakukan dengan tepat, video game bisa menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan bagi anak.


Dampak Positif Video Game

Berikut adalah beberapa dampak positif video game untuk anak yang sering kali tak disadari:

1. Melatih kemampuan menyelesaikan masalah

Dampak positif video game untuk anak secara nggak langsung ternyata dapat melatih kemampuannya untuk menyelesaikan masalah.

Hal ini dikarenakan untuk menyelesaikan sebuah permainan dalam video game, si kecil harus menyusun rencana, mencoba pendekatan yang berbeda agar bisa terus maju, serta menentukan keputusan dengan cepat dan tepat di waktu singkat.

2. Menambah pengetahuan baru

Pengetahuan nyatanya nggak hanya bisa didapatkan lewat buku pelajaran. Beberapa konten video game justru memberikan informasi tentang berbagai hal seperti sejarah sebuah negara, geogradi, budaya, jenis-jenis makhluk hidup, bahkan hingga pengetahuan tentang benda-benda luar angkasa.

Hal ini pula yang nantinya akan mendorong minat si kecil untuk mencari tau lebih lanjut mengenai informasi yang menarik minatnya itu.

3. Meningkatkan kreativitas

Salah satu dampak positif video game untuk anak yang juga nggak bisa disepelekan adalah mampu meningkatkan kreativitas dan keterampilan anak termasuk keterampilan menggambar, mewarnai maupun menulis cerita.

4. Melatih pengendalian emosi

Bermain video game ternyata juga dapat mendorong si kecil mengurangi rasa cemas dan meningkatkan suasana hati sekaligus membuatnya lebih rileks ketika menghadapi suatu masalah.

5. Membentuk karakter pantang menyerah

Ketika bermain video game, seringkali anak harus melalui berbagai tantangan agar bisa melaju ke level selanjutnya sehingga si kecil cenderung tidak mudah menyerah. Dalam kehidupan nyata, hal ini tentu bisa bermanfaat agar anak tetap kuat menghadapi kegagalan dan tetap terus berusaha sampai berhasil.

6. Mengembangkan kemampuan sosial

Mengembangkan kemampuan sosial juga termasuk dampak positif video game untuk anak. Pada era perkembangan teknologi, bermain game secara online bersama teman-temannya bisa membantu si kecil bersosialisasi sekaligus melepaskan stres.

Bentuk interaksi dalam bermain video game bisa berupa kerja sama dalam penyelesaian sebuah misi. Moms and Dads juga bisa mendampingi si kecil agar dapat membantu menyusun strategi bersama teman-temannya sembari mengajarkan cara berdiskusi yang baik bersama tim.

7. Mempererat hubungan anak dan orang tua

Sesekali Moms and Dads tentu bisa ikut bermain video game bersama si kecil sekaligus juga untuk memantau jenis game apa yang ia mainkan. Bermain bersama anak merupakan salah satu cara jitu untuk menguatkan hubungan dan komunikasi antara orang tua dan anak. Dengan demikian, si kecil akan terbiasa untuk terbuka menceritakan berbagai hal.

Untuk memaksimalkan dampak positif video game untuk anak, Moms and Dads bisa membantu memilih jenis game yang sesuai dengan usia si kecil agar ia tak bermain game untuk orang dewasa yang mungkin memiliki konten kekerasan atau pornografi.

Selain itu, Moms juga wajib memperhatikan porsi waktu bermain video game. Idealnya, durasi terbaik bagi anak untuk bermain video game adalah 1,5 - 2 jam per hari agar terhindar dari dampak buruk kecanduan gadget.

Bila si kecil cenderung menunjukkan perilaku agresif akibat terlalu sering bermain video game seperti mudah tersinggung, berhalusinasi, atau bahkan mengalami nyeri fisik seperti pegal linu dan sakit mata, serta kelebihan berat badan, Moms and Dads bisa mendekati si kecil dengan sikap ramah dan batasi waktunya dalam bermain video game.

Bila Moms and Dads masih merasa kesulitan untuk mengatasi hal-hal tersebut, jangan pernah ragu untuk membawa si kecil menemui Dokter Spesialis Anak RSIA Stella Maris demi mendapatkan perawatan atau terapi yang tepat.

Tags

RSIA Stella Maris anak tumbuh kembang anak video game terapi rehab medik